Aturan Makan Mie Instan

Berbicara tentang mie instan tidak lepas santapan siang malam di meja makan. Sudah menjadi keharusan mi instan berbagia rasa terpampang dengan cantiknya. Temani cawe rawit, jeruk nipis, sayur kol, sampai sambel kuning khas Makahssar merek Merpati. Bagaimana tidak tergoda di setiap harinya, ke dapur ketemu mie instan, di toilet terbayang di pikiran melayang-layang, bagai momok untuk bisa mendekapnya, bisa jadi lapar jadi baper. Merek indomie adala mi instan favoritku sampai saat ini. Ini 3 aturan makan mi instan :

Makan satu, kurangan

Ini sudah menjadi sebuah keluhan bagi saya, makan satu itu kurang. Dengan rasa yang menggiurkan dengan baunya saja. air liurku sudah masuk ke dalam tenggorokanku, terasa benar-benar kurang, keluhanpun bukan cuma saya yang merasakan, teman-teman saya pun demikian. Di campur apapunpu, rempa-rempa tambaan seperti telur, sosis, kayur mayur tetap saja kurang. Beda merek beda isi juga, untuk merek Indomie, satu itu kurang, merek seperti Sedaap mungkin cukup,tapi bagi saya tetapp saja kurang. Kedepannya semoga ada mi instan yang kemasan “Isi Lebih Banyak” bergumam “Pasti tida cukup lagi”

Makan dua, kelebihan                            

Makan dua, kelebian. Ini kata-kata yang sering saya degar ketika makan mi instan dengan double, atau tambah. Seolah ketikan makan satu itu sebuah candu ketika memakan satu, asrat untuk tambah adala naluri ketika makan mie instan apa lagi ketika sedang lapar di tambah baper. Tapi, sebagian orang berbadan besar justru dua itu kurang, khusus bagi yang di anugrahi banyak makan ya.

Makan jumbo?

Di awal tahun 2014 Indofood mengeluarkan Indomie ukuran Jumbo, lebih banyak dari satu kemasan dan tidak banyak seperti dua kemasan di masak langsung. Di dalamnnya, ada tambahan bumbu penyedapnya, seperti eksrta bawang goreng dan sambal merah. Entah, anya saya merasakan, makan indomie jumbo itu tida sama rasa dengan pendaulunya sebelumnya. Terasa ada yang kurang. Kadang terasa itu mie instan merek lain dengan di balut kemasan indomie, aahh rasanya saya tertipu. Tidak apalah, yang banya di meja makan itu anya ukuran kecilnnya. Mungkin teman-teman tetap ada yang suka?

Perbandingan Merek yang Lain

Nah, berbicara merek lain. Rasanya memang jauh berbeda, ada yang bikin berdeda pertama memang dari segi mie dan rempah-rempah atau bumbunya. Ada yang kurasa pas dengan merek yang lain, entalah. Tapi, kalau sudah tidak ada indomie, harus bisa makan mi merek lain. Di supermaket atau di warung masih merek yang cuku enak.

Makan Pakai Nasi

Makan mie instan dan nasi tela menjadi belahan jiwa mayoritas warga negara kita dan tentunya menjadi primadona mahasiswa perantau. Jika tid ada lauk, suda akhir bulan dan duit hampir terkuras. Biasanya masak saja mie instan, kalau kurang kenyang, tamba nasi. Begitula yang terlintas di pikiran kita. Saya pun demikian bukan maksud memojokkan mahasiswa.

Kebiasaan ini tidak memakan banyak waktu dan biaya. Di setiap toko atau warung kaki lima ada mie instan yang di perjual belikan. Mie instan juga cukup berbahaya bagi tubuh atau keseatan kita. Makan berlebihan bisa menimbukkan banyak penyakit. Apa lagi makan pakai nasi sama-sama mengandung kalori yang cukup tinggi dan sebagai salah satu sumber karbohidrat bagi tubuh.

#15HariMenulis

Iklan

Cinta Pertama itu…

Sejak pandangan pertama, dia sudah membuatku jatuh cinta. Bodynya yang aduhai… ramping pula, bagai gitar Spanyol, dan kadang di balut setelan luar yang menggiurkan, seolah ludah ini tak terperih masuk ke tenggorokan.

Ingin sekali tanganku menyentuhnya, menyentuh semuanya, tanpa terkecuali. Sentuhanku bisa seperti candu, tersentuh bagai seperti dadu, di mataku semua angkanya sama, ada dia. Inginka kamu menjadi jodohku, menemani di setiap pagiku dan malamku, cukup kamu. Bukan yang lain. Tidak ingin lain karena kamu membuatku jatuh cinta yang dalam, ahh…. rasanya ingin segera mendekapku dalam keeningan malam ini. Engkaupun begitu, tak melepaskanku di malam-malammu. Cukup… cukup… tida ingin saya membayangkanmu lagi, engkau milik banyak orang.

Pertemuan pertama saya di mulai sejak dahulu, mengenalnya merupakan anugrah. Bagai melayang-layang dalam pikiran dan benakku, ingin segera menyentunya. Baunya tida perna berubah, selalu bau khasnya itu, menggiurkan. Kadang dia di olah berbagai bentuk, cairannyapun tetap bermanfat bagi banyak pecintamu. Kamu bisa saya temukan anya dengan menyebut namamu, dan kamu bersal dari Indonesia. Cukup muda menemukanmu di setiap jalan yang menjualmu, atau mengolamu di warung-warung makan kaki lima. Rasamu yang pedas, asam dan manis adalah perpaduan mu yang membuatku sexy, sekali makan rasanya tidak ingin kamu cepat habis, berada di sana, merasakan teksturmu dan kulitmu yang candu.

Dia adalah Tempe

Makanan khas masyarakat Indonesia, dan sudah dikenal semenjak jaman dulu. Kebutuhan akan makanan pokok yang bergizi tinggi namun dengan harga terjangkau untuk masyarakat pada umumnya merupakan menu wajib bagi setiap keluarga. Tempe harus ada di setiap hari di meja makan rumah saya. Sehari-hari melihatnya membuatku sulit melupalkannya. Tempe kedelai menjadi pilihan utama sebagai menu yang setiap hari harus ada. Bahkan sekarang menu tempe bukan hanya dinikmati oleh kalangan menengah kebawah tapi sudah menjadi menu makanan yang juga diminati kalangan elite.

Di jual mulai Supermarker, mini market, pedagang kaki lima. Mulai dari harganya yang tinggi dan rendah ada di sini yang sangat mudah ditemui, harganya ini bisa menjadi mahal ketika dijual di luar negeri. Jika di Indonesia makanan yang terbuat dari hasil fermentasi kedelai ini biasa dipatok dengan harga Rp 5.000/potong, maka lain halnya jika kamu kebetulan sedang jalan-jalan ke Eropa. Harga tempe di sana bisa mencapai 1,8 Euro atau setara dengan Rp 25.000/potong kecilnya. Sumber dari Google.

Tempe merupakan makanan dari hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus. Selain harga tempe yang murah, sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten serta memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat.

Bagaimana tidak jatuh cinta, kandungan gizi penyukannya siapa saja. Termasuk saya. Dengan di goreng tepung khas buatan mama, jadi bertambah kenikmatannya. Olahannya pun beraneka ragam, di tumis, di goreng, di asapi, hingga di masak dengan bumbu-bumbu pilihannya yang tak kalah enaknya. Di olah bagaiamana dana apa saja tetap terasa enaknya, kadang sudah menjadi santapan sehari-hari, tidak lengkap makan tanpa Tempe, bukan krupuk.

Saat ini tempe menjadi lauk pauk yang populer, murah dan gurih serta kaya gizi sehingga banyak disukai. Hingga di belahan dunia manapun namanya tetap tempe.

#15HariMenulis

 

Melupakan, Memaknai Pancasila

Berbicara tentang sosila media menjadi kebutuan di jaman sekarang, setiap orang bisa mengakses internet. Mulai dari sekolah, di rumah, kantor dan tempat umum. Waktunya pun bisa kapan saja, setiap detik chat, email, foto, video di unggah di setiap detiknya. Pelaku yang bersosial medialah yang arus bijak bersosial media di mana-kapanpun dan apa yang ingin di sampaikan melalui sosial media.

Bersosial media di zaman sekarang bisa dikatakan menjadi tempat orang-orang bertegur sapa melalui sosial media. Tidak hanya itu, sosial media di gunakan sebagian orang-orang untuk berbisnis, jualan, menyebarkan sumber informasi serta dalam mengakses ilmu pengtauan umum dan ilmu agama, itu positifnya. Negatifnya justu menjadi senjata untuk mengancam orang-orang atau bullying. Tempat perjudian, tempat menyebar hoax dan konten-konten yang berbau pornografi.

Sempat menjadi fonomenal dalam bersosial media adalah di awal tahun 2017 seorang anak di sekolah SMK di Makassar yang sempat mendapat hukuman dari gurunya, tidak lama setelanya anak tersebut memberi tahu ayahnya, seketika ayah datang ke sekolah lalu memukul guru yang mengukum anaknya. Dalam hitungan detik, seorang temannya menyebarkan kejadian tersebut melalui sosial media. Menjadi pergungjingan di berbagai sosial media, sampai anak- tersebut di bully teman sekolahnya. Bully tersebut mennyebabkan depresi berat untuk anaknya dan sampai di keluarkan dari sekolahnya, lebi parahnya anak tersebut di terima di beberapa sekolah di kota Makassar. Apa ini bisa mengatas namanya Nilai Pancasila, bukan mereka terlibat di dalamnya dan mengerti betul kondisi yang terjadi, kembali ini jelas-jelas kondisi lingkungan yang kurang memahami Pancasila.

Hari ini (16/6/17) KOMINFO menyelenggaralkan Fash Blogging di hotel Grand Clarion dengan teman Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Bermedia Sosial. Tida tanggung-tanggung 50 penggelut di bidang bloger hadir mengikuti kegiatn tersebut. Dalam sesinya ada tiga pemateri yang di undang langsung dan menyampaikan materinya masing-masing. Ada Prof Dr. Muhammad Ghalid M.MA beliau adalah kepala MUI Sulawesi Selatan, ada juga Dr. Heri Santoso beliau adalah Kepala Pusat Studi Pancasila UGM sekaligus Dosen Fakultas Filsafah UGM, tidak lupa bapak Handoko dari Tim Komunikasi Presiden.

Tiga pemateri tersebutnya menyampaikan dengan caranya masing-masing dengan meterinya cerdas dan muda di tangkap banyak ilmu hari ini, bukan hanya tentang Nilai-nilai Pancasila dan Faedah dalam agama. #pancasila #temublogger

Keruh vs Bening

Rasanya baru tadi pagi saya ke Pelabuhan Paotere menikmati angin pagi yang menusuk ulu hati dan suara ombak yang mengalukan suara khasnya. Beberapa bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak berenang dengan riangnya sambil bernyanyi dan minum air.melihat anak-anak berenang di sini membuat bahagia, bagaimana tidak di sini mereka boleh memakai pakaian apa saja dan laut seolah milik bersama.

Pelabuhan Paotere akhirnya di reklamasi, tanggul di perlebar. Tanggul ini berada di di sebelah kanan kalau kita memasuki pelabuhan paotere. Sekitar 300 meter untuk sampai ke tanggul tersebut. Terbuat dari batu kali yang di susun dengan rapi hingga berbentuk trapesium memanjang keluar arah laut lepas dengan pajang sekitar 500 meter, dan lebar jalur pejalankinya 2 meter, airnya jernih hingga terlihat ikan-ikan kecil menari di dalamnya, dulu. Tapi, sekarang airnya keruh.

Anak akhirnya memilih berenang di kanal yang berbatasan dengan laut lepas.

Kanal ini berada sekitar 400 meter dari arah pintu masuk. Kanal ini di sebelah kanan kalau kita keluar melalui pintu masuk. kanal ini jalur air buatan yang dibangun untuk memungkinkan lewatnya kapal atau untuk saluran air. Jalur airnya berakhir di sini, jalan Sabutung atau subut saja Paotere. Berbentuk trapesium terbalik dengan lebar atas sekitar 15 meter dan di bawahnya 10 meter dan dalamnya 8 meter, panjangnya sangat panjang karena menghubungkan jalur buangan air di kota Makassar sampai Gowa.

Ketika surut, dalamnya sekitar 1 meter. Airnya bisa berwarna hitam pekat dan di sore hari saat pasang, tinggi pasangnya dari permukaan tanah bisa sampai 4 meter. Airnya berwarna hijau atau biru, sampai bisa terlihat tanah di bawah berwarna hitam. Ikan-ikan kecil juga turut menghibur kami di kanal ini. Di sinilah kaming suka berenang ketika pelabuhan di reklamasi. Sebenranya sebelum reklamsipun di juga jadi tempat idola para anak pesisir juga berenag juga. Kurang lebih ada 30-40 anak yang berenang, termasuk saya. Tapi di sore hari, ketika airnya jernih.

Mulai dari anak-anak SD, SMA bahkan ada pula kadang bapak-bapak, mungkin karana bapaknya ini mau di bilang muda. Ada yang sekadar berendam, bermain, dan ada yang pula yang belajar berenang di sana. Di sini ketika seorang anak mau belajar berenang, anak tersebut langsung saja di dorong ke dalam kanal, sampai hampir tenggelam, baru kami menolongnya. Kata teman-teman biar anaknya tahu bagaimana itu panik dan ini mengajarkan mentalnnya di laut nanti. Buktinya saya, sekarang kalau liat air di kolom rasanya ingin melompati kenagan itu.

Antusianya anak-anak sangat bergembira bagai seorang anak yang terpisah dengan kedua orang tuanya. Hiburan di kanal tidak kalah dengan hiburan di Bugis Water Park. Di kanal paotere ada jembatan yang terbuhung langsung dengan lalu-lalang kendaraan. Ada jembatan di atas kanal. Salto belakang adalah gaya favorit mereka yang suka melompat dari atas jembatan

Sebenranya kalau kita cermati kanal ini, ada beberapa saluran kotoran manusia yang langsung terbuang ke kanal. tapi keyakinan itu berubah ketika seseorang berkatan kalau ini air laut dari depan (laut lepas) jadi tidak ada kotoran. Menepuk dada adalah pertanda rasa aman

Sekarang pelabuhan sudah di tinggal oleh banyak anak-anak akibat reklamasi tersebut. Tanggulnya semakin karam. Tidak ada lagi ikan-ikan menari dikarekan meraka lelah. Kanalpun begitu, karena jaman semakin moderen di era informatika ini.

#15HariMenulis

 

Hujan dan Ketakutan

Seketika saya jadi bingung, terdiam linglung dan hilang arah bagai tukang becak ketiduran di atas becaknya karena, meningkatnya moda transpotrasi di kota.

Di pagi yang sedikit sendu, dinginnya pagi seolah bagai candu untuk tetap berada dalam selimut. Segera mungkin saya terbangun untuk tetap beraktivitas pagi ini. Dalam perjalanan ke kantor pikiranku dirasuki Ketakutan Terbesarku, apa yang akan ku tuliskan tentang ketakutan di sepanjang jalan kota yang mulai padat tidak pula memberi sebuah kata yang padat untuk satu buah paragraf. Pohon-pohon juga ikut membisu memberi satu-dua buah kata. Kehilangan kata-kata di kelapa bagai musim paceklik. Sendu pagi itu berubah berawan gelap lalu hujan.

Menepi dari derasnya hujan di sebuah ruko yang tidak buka pagi itu, pintu besi berawarna kuning dengan berwarna kuning, temboknya berwarna putih sedikit basah karena hujan. Kakiku basah juga, ruko itu tidak memiliki kanopi yang panjang untuk di buat berteduh.

Seorang tukang becak yang rentah memberhentikan becaknya lalu menepi menemaniku. Dengan baju yang mulai kumal berwarna biru berlengan panjang, seperti baju olahraga. Daging betisnya yang keriput dengan urat yang tegang seperti dari perjalan jauh. Sorot matanya semakin sendu di temani keriput dahinya, daging pipi keriput bagai tak berisi lagi. Berdiri berdua di sana saya tidak membuat saya ingin bertanya-tanya atau sekedar ngobrol, saya memperhatikannya saksama. Terlihat bapaknya tidak ingin diganggu dengan memilih agak jauh dari saya, mungkin sekitar 7 meter di arah kananku mengharap ke jalan, menatap pemohonan yang masih bisa.

Melihat bapak tukang becak membuatku bertanya-tanya dalam diri saya sendiri, “apakah dia sudah makan? Bagaimana kesehatannya? Anak istrinya di mana? Berapa penghasilannya kemarin?” gumamku dalam hati. Melihatnya bagai sebuah ketakutan. Takuk orang-orang terdekat saya, atau di keluarga saya menjadi dirinya. Takut saat bapaknya kecewa hidup di dunia ini. Takut jikalau kelak saya seperti itu. Rasanya miris sekaligus sedih, apakah ini takdir atau memang bukan jalannya.

Hujan mulai reda, bapak tukang becaknya pergi meninggalkan bersama genangan yang mengalir di dalam kepalaku. Keruh airnya tidak bisa saya hilangkan. Ikan-ikan di dalamnya beranak-pinak.

Ketakutan saya adalah selalau berfikir pendak dalam hal takdir, berandai-andai sesuatu yang buruk akan terjadi. Seolah saya benar tidak yakin dengan ketatapanNYA, ketakutan yang seolah memburu. Sebuah sugesti yang negatif . segara mungkin harus saya hilangkan dalam benak hati. Penyakit hati. Mungkin juga fikiran menjadi berperan secara langsung saya kira. Bila penyakit ini tidak hilang mungkin akan saya akan membawahnya sampai kapanpun. Berfikir positif kepada sang pencipta denga istiqomah di jalannya.

Astagafirullah…. Kalimat istigfar yang selalu ucapkan ketika su’udzon kepadaNYA, saya merasa sedih seketika. Sang pencipta selalu mencitai hambanya, kenapa saya ragu? Allah SWT menyayangi hambanya.

Dalam perjalanan saya masih melihat masih banyak orang-orang yang kurang beruntung di dunia ini. Pikiran tentang ingin mengubahnya sangat ingin saya lakukan, entah bagaimana caranya. Pikiranku bagai seorang Tony Stark sang Milliarder dan tokoh Ironman, di ceritakan di sebagai pahlawan di kotanya. Membasmi jahatan dan menolong banyak orang dengan kekayaannya. Saya akan menjadi seperti dia.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

#15HariMenulis

5 Buku Bacaan yang Terbaik

Saya adalah seorang pembaca yang random. Random dalam membaca buku apa saja dan gendre apa saja. Sejak di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas motivasi membaca saya adalah ketika mendekati ujian di sekolah. Dari buku Bahasa Indonesia, IPS, IPA atau bahkan Matematika bisa menjadi menjadi santapan semalam suntuk. Cerita Fiksi begitu asing saat itu, fiksi hanya saya tahu dalam cerita Film di TV. berita di koranpun saya hanya membaca berita kejadian kemarin atau berita sepak bola. Sebagai pembca yang random, ini adalah adalah 5 bacaan terbaik yang pernah saya baca.

Karya Puisi Kahlil Gibran

Mempunyai tiga koleksi buku sang seniman, penyair dan penulis. Membuatku bisa selalu mencintai puisi, entah puisi dari karya siapapun itu. Dialah yang membuatku terhenyu dalam tiap kata. Tiga bukunya telah hilang setelah cari kembali pagi ini. Setelah mengingatnya bukunya di pinjam oleh teman saya di bangku SMA dan sampai saat ini belum di kembalikan.

Buku Motivasi

Banyak orang yang sering mengatakan ”Saya sudah tidak sanggup lagi dengan hidup ini”, “Saya sudah putus asa”, Saya butuh motivasi”. Dari ungkapan tersebut, banyak orang yang merasa putus asa dan tidak mampu untuk mengatasi masalah dalam hidupnya. Termasuk saya.

Kekuatan mindset positif memang luar biasa, banyak orang yang membaca buku motivasi, hanya dalam beberapa saat saja setelah mebaca buku tersebut mereka akan mengubah mindset mereka menjadi mindset positif. Mindset positif inilah yang akan membantu kita untuk mengatasi berbagai persoalan hidup.

Jika ditanya berapa persen buku motivasi mempengaruhi kita, tentunya itu tergantug dari berapa besar keinginan kita untuk memahaminya dan seberapa kuat Anda menempatkan motivasi tersebut pada diri Kita. Sekalipun kita hanya membaca motivasi tersebut satu kali, namun jika kita benar-benar memahaminya dan mampu menerapkan motivasi itu dalam diri kita, pastinya ini akan jauh lebih baik dibandingkan membaca buku motivasi berkali-kali tanpa pemahaman.

Ada banyak buku motivasi di rumah sampai saat tersusun rapi, silahkan dipinjam jika membutuhkan

Negeri 5 Menara

Novel pertama Ahmad Fuadi ini adalah novel Negeri 5 Menara yang merupakan buku pertama dari trilogi novelnya. Karya fiksinya dinilai dapat menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Walaupun tergolong masih baru terbit, karya telah banyak menyabet banyak penghargaan hingga menjadi best seller

Novel negeri 5 Menara merupakan novel pertama yang saya baca di tahun 2010, novel ini cerminan dari aktivitas kehidupan sehari-hari para santri pondok pesantren. Tentu hal-hal positif terutama aspek religius dapat diambil dalam buku ini. Buku ini layak dibaca oleh para akademisi, orang tua, pelajar, dan para pengasuh pondok pesantren serta para santri tentunya.

Natisha

“Tuhan sudah menentukan jodoh setiap manusia. Marah lantaran tidak berjodoh tak ada bedanya dengan menggugat takdir.” (hal. 241)

“Jangan bersikap terlalu manis, jangan pula bertutur terlalu pahit. Jika terlalu manis, engkau akan ditelan. Bila terlalu pahit engkau dimuntahkan.” (Hal. 103)

Itulah salah satu kutipan dari karya Khrisna Pabichara, dia  adalah seorang novelis, cerpenis, dan penyair yang memiliki kekuatan lirik dalam karya-karyanya. Novel Sepatu Dahlan yang sempat menghebohkan dunia sastra Indonesia itu lahir darinya.

Secara keseluruhan, “Natisha” ini adalah novel tentang romansa dan mistisisme yang menarik. Ceritanya seru dan unik. Patut dicoba untuk yang mencari bacaan yang tidak biasa.

Sirah Nabawiyah

Ini adalah buku bacaan agama favorit sampai saat ini, walau belum rangkum membacanya, mempelajari dan mengamalkan sunnah Nabi SAW. Dengan membaca Sirah Nabawiyah, kita dapat menelusuri bagaimana perjalanan Sang Kekasih Allah tersebut. Mempelajari kepribadian Rasullah yang sangat luar biasa, menjadikannya contoh teladan dalam menjalani hidup sehingga dapat menambah keimanan dan memperkuat komitmen pada ajaran Islam yang sangat mulia ini.

#15HariMenulis

Semuanya Hanya Tampak Indah di Televisi

Tinggal di daerah pesisir kota Makassar menjadi kebanggaan. Tidak jauh dari pusat kota, rumah saya terletak tidak jauh dari pantai-pantai kecil di perkumuhan. Rumah-rumah berada di atas permukaan laut, dindingnya dari kayu, atapnya dari seng dan rukun tentangga yang sangat dekat. Tidak jauh pula Pelabuhan Paotere menjadi data tarik tersendiri. Pelabuhan tradisonal yang masih bertahan dengan ciri khasnya. Barisan kapal Pinisi, dari yang besar sampai yang kecil. Pagi  dan sore menjadi waktu hiburan tersendiri untuk warga sekitar. Di ujung Pelabuhan Paotere ada sebuah dermaga yang berbentuk seperti sendok dengan panjang sekitar 500 meter ke depan. Dermaga itu menjadi tempat berenang, jalan-jalan dan memancing.

Sejak masih SD sampai saat ini, setiap pagi atau sorenya di hari libur kadang saya masih bisa menyempatkan untuk sekedar berenang di jernihnya air ketika matahari mulai menyingsing. Riak air di tepian dermaga menjadi suara alunan indah antara pertemuan keduanya.

Sampai saat ini pula saya selalu berharap atau sekedar bermimpi ketika menyelam ada hamparan terumbu karang indah, dengan berwarna warni, melihat berbagia jenis ikan berkumpul menciptakan formasi yang sepadan atau segala jenis terumbuh karam tumbuh subur dan di jaga keseletariannya, sayangnya semuanya hanya tampak indah di televisi. Sebagai anak pesisir bukan berarti saya tahu segalanya.

Berenang dan menyelam adalah dua hal yang berbeda. Berenang melatih fisikmu sambil memandangi jajaran kapal Pinisi dan menyelam melatihmu dari dalam, pernafasan, sambil melihat gugusan pasir dan satu-dua sampah platik, tak hayal kadang segepak benda kuning mengambang di permukaan lautnya. Secara tidak langsung kami yang suka berenang dilatih peka meyelam ketika melihat benda kuning itu. Bertahan lama, meyelam lama dan menjauh sejauh mungkin, yaps itulah cara menyelam di sana.tidak perlu saya jelaskan kenapa, tulisan ini saya ingin membahas ingin diving atau meyelam.

Wokatobi di Sulawesi Tenggara, Bunaken di Sulawesi Utara, Karimunjawa di Jawa Tengah samapi yang paling terkenal Raja Ampat di Papu Barat adalah tempat yang ingin saya datangi dan meyelam ke dalam laut bersama di pandangi hamparan terumbuh karamnnya yang mempesona. Tidak usah mengambil contoh yang jauh, di pulau-pulau kecil di Makassar katanya banyak juga spot meyelam yang tak kalah mempesonanya seperti Pulau Samalona, Kapoposan, Kodingareng keke, Barrang Lompo/Caddi dan maih banyak lagi.

Sekali lagi saya hanya bisa melihatnya di berbagai foto di sosial media.

Saya pernah ke Pulau Samalona tapi tidak sempat untuk diving kebetualn hari itu ada kegitan mendesak. Saya juga punya keluarga orang pulau, tapi saya tetap tidak pernah diving di sana. Dia, sepupu saya yang selalu berceria ketika ke rumah selalu bercerita tentang cantiknya terumbuh karam di sana ketika dia menyelam ingin mengambil Bubuu’ di dasar laut. Bubuu sebutan perangkap ikan yang berbentuk persegi atau trapesium, terbuat dari tali rotan yang simbul sedemikan rapat, dan di bawahnya, ada sebuah lubang kecil tempat masuknya ikan ke dalam. Ketika ikan sudah masuk artinya ikan sudah tidak bisa keluar lagi.

Sedikit menghembuskan nafas dan mengepalkan tangan lalu megacungkannya ke depan sambil berkata dalam hati “sesegera mungkin saya harus menyelam, melihat indahnya ciptaanNYA di lautan”

#15HariMenulis